Persiapan Liburan ke New Zealand, dari Visa New Zealand, Bawaan, sampai Aturan Custom New Zealand

Berdasarkan riset singkat (barangkali dangkal hehe), kita susun persiapan liburan musim gugur, dari itinerary New Zealand, visa NZ, sampai bawaan sesuai aturan custom New Zealand:

1. Visitor Visa New Zealand

Persyaratan lengkap ada di web resminya, antara lain formulir, biaya, paspor, pasfoto, bukti tabungan, tiket pesawat dan akomodasi, dan surat sponsor. Awalnya coba aplikasi online, akhirnya apply lewat VFS. Proses sekitar 2 minggu.

2. Transit Visa Australia?

Karena transitnya di Aussie, kita tanya apa perlu bikin visa transit. Ternyata nggak, karena kita transit kurang dari 8 jam. Umpamanya harus bikin, biayanya sekitar Rp160.000.

3. Tas dan Baju

Cuaca diperkirakan rata-rata 12 derajat Celcius. Pikirku, “Itu kan seperti suhu pagi di Bedugul. Aku bisa tahan.” Backpack kuisi jaket, sweter, windbreakerbeanie, piyama, kaus, sarung Bali, syal, jas hujan. Pas 7 kg! Supaya tas nggak bulky, mantel dan jaket kupakai di pesawat.
Catatan tambahan: berkaitan aturan custom New Zealand, baju dan sepatu outdoors dan beberapa jenis makanan termasuk barang berisiko. Lihat poin 8.
Kenyataan di NZ: Aaaaadem! Suhu selalu di bawah 7, hahaha. Bahkan sempat -2! Langsung beli thermal underwear dan sarung tangan.

4. Makanan & Toilettries

Nggak bisa memulai hari tanpa kopi (pernyataan yang lebay sih), jadi kubawa kopi lintong dari Kak Intan. Sesuai aturan, kemasan makanan masih belum dibuka. Maunya bawa jamu instan dan Minyak Tawon, tapi dilarang. Jadinya, bawa parasetamol.
Catatan tambahan: berkaitan aturan custom New Zealand, beberapa jenis makanan dan obat-obatan tradisional termasuk barang berisiko. Lihat poin 8.

View this post on Instagram

On Powdered Ground Bearing the cold just for a snapshot? With a view this grand and a warm cup of coffee, I wouldn't mind. Anyway I always bring my own coffee to places that grow no coffee. This time the coffee was Lintong arabica. I thought North Sumatra only produces Mandheling coffee! Turns out there are so many specialty coffee beans grown in the province. So delighted to taste this rich, flavorful, fragrant, full bodied coffee. Prior to the trip, read that Aotearoa has a very tight regulation when it comes to biosecurity (think every country has to do the same in order to protect their biodiversity—a very priceless asset). However, we were still confused even after reading all the PDF’s about all biosecurity risk items. So I insisted on yessing certain points in the arrival card. After that, I prepared a separate paper and wrote down items to declare because “when in doubt, always declare.” So, in front of the custom officer, I read aloud the list: 1. Ground coffee, factory sealed 2. Lip balm, because it contains bee product: beeswax 3. Color pencils, because they're wooden 4. Outdoor shoes, pants, and jackets because in 30 days before arrival I wore them to the ‘wilderness’, which was Lake Tamblingan 5. A hat I thought was made of straw The officer smiled and said it's OK to bring outdoor gears as long as they’ve been cleaned. After that, a cute beagle sniffed our bags. His name is Fritz. Oh I love beagles. They're so energetic and funny, just like Gerombolan Siberat aka the Beagle Boys. #coffee #kopilintong #lintongcoffee #morningcoffee #tewaiponamu #makarora #purenewzealand #nzmustdo #nzcustom #autumninnewzealand #winterinnewzealand #mountscape

A post shared by Sem S. Purba (@theoriginalfin) on

5. Gadget

Seperti Australia, colokan listrik New Zealand adalah colokan kaki tiga three pins plug. Bisa pakai universal adapter (Rp48.000).  Selain itu, aku bawa kamera saku, charger HP di mobil, dan power bank. Di persewaan mobil, ditawari sewa wireless router dan GPS, tapi mahal, jadi kita di Queenstown Airport, kita beli SIM card Vodafone di toko duty free (NZD15 lebih murah) yang paketnya termasuk internet dan telepon gratis ke Indonesia.
Kenyataan di NZ: charger HP di mobil paling sering dipakai. SIM card lokal? OMG, sering banget hilang sinyal! Untung sudah download semua offline maps!

6. Sewa Mobil & Akomodasi

Harga sewa mobil di New Zealand terjangkau (rata-rata Rp250.000/hari). Selama inap di Oakridge Wanaka, kita sewa city car di Apex. Setelah itu, karena kita adventurous hahaha, kita sewa campervan Jucy. Tentu kita ambil paket berasuransi full, untuk jaga-jaga. SIM? Kita nggak pakai SIM internasional. Hanya SIM yang dialihbahasakan oleh penerjemah tersumpah.

jucy-newzealand-thedivingcomedy

7. Apps

Kita siapkan semua aplikasi yang krusial:  Google Maps dan Maps.me, Met Service (untuk mengetahui cuaca), dan CamperMate (karena kita inap di campervan).
Kenyataan di NZ: Met Service dan CamperMate bantu banget, sementara Maps.me lebih reliabel daripada Google Maps.

8. Yang harus Di-declare di Custom New Zealand

Nggak declare barang berisiko? Bisa berisiko didenda NZD100.000, penjara 5 tahun, dan dideportasi. Wah, seram juga! Kenapa sih? Pernah kubaca artikel National Geographic tentang bahayanya spesies introduksi yang membuat banyak spesies endemis NZ punah. Jadi wajar jika negeri ini mewajibkan yang mendarat di sana sebaiknya declare barang bawaan berisiko. Regulasinya jelas, bisa dijadikan panduan packing.

Di pesawat, kita diberi arrival card. Meski sudah dipelajari, kita tetap debat, terutama bagian biosecurity risk items. Daripada ribet, aku bikin catatan terpisah: kita bawa kopi, sepatu yang dalam 30 hari ini dipakai jalan ke alam liar (Danau Tamblingan!), lip balm (mengandung produk lebah, yaitu beeswax), pensil warna (barang dari kayu), dan topi yang kita kira berbahan jerami (nggak tahunya kertas, hahaha!). When in doubt, always declare!
Kenyataan di lapangan: di depan petugas custom, kubacakan isi catatan terpisah itu. Dia senyum-senyum. Setelah diperiksa beagle pelacak yang lucu (namanya Fritz) dan di-scan mesin, semua bawaan diloloskan. Yay! 

8. Itinerary New Zealand

Nggak mau capek kejar semua atraksi dan destinasi, liburan New Zealand ini santai pokoknya. Itinerary New Zealand kita bisa berubah sesuai kondisi fisik, cuaca, dan suasana hati, hahaha.