Penyu.luhan: 5 Gaya Hidup Ramah Penyu

Salah satu, hmm dua malah, kejadian yang aku nggak akan lupa dari jalan-jalan bahari setahun belakangan ini adalah berenang dengan penyu:

  1. renang sore di Kuta. Di depan mukaku tiba-tiba melesat sekelebat makhluk gelap…. Ugh, kagetnya ruarrrrrr biasa, sampai megap-megap karena telan air laut hahaha. Penyu!
  2. renang siang di Munaseli, Alor. Keren banget, aku nggak hanya penyu, melainkan juga barakuda, humphead wrasse, hiu, dan lainnya pelagis yang besar-besar. Penyu-penyu itu bahkan sempat “mengecek” aku sebelum akhirnya berenang menjauh.

Hmmmm, I see a pattern here: penyu mendekat, terus begitu lihat wajahku, melesat pergi…. Mungkinkah muka ini menakutkan buat mereka?? Hahaha. Yang pasti, aku bersyukur banget yang pas di Kuta itu, si penyu nggak menabrak mukaku.

Reptil laut itu memang menarik, bahkan punya peran penting di ekosistem laut. Contohnya: Penyu, terutama penyu hijau, dan tukik (tetasan penyu, mayoritas omnivora) membantu menyebarkan ladang lamun, dan penyu memakan ubur-ubur. Kalau ubur-ubur nggak dikendalikan populasinya oleh penyu, ubur-ubur bakal makan anak ikan. Kalau nggak ada anak ikan, nggak ada seafood di meja kita….

Pertama kali lihat telur penyu menetas adalah di Bali Sea Turtle Society (BSTS) di Kuta, Bali. Tempatnya mudah dikenali dari bak penetasan (hatchery) berbentuk penyu raksasa. BSTS melakukan konservasi penyu dengan merelokasi sarang, menetaskan telur, dan kampanye pelestarian penyu. Sarang perlu direlokasi karena pantai-pantai selatan Bali padat orang (Kuta adalah pantai terpadat di Indonesia), maksudnya supaya sarang nggak terinjak-injak. Begitu menetas, tukik-tukiknya dilepaskan, enggak dipelihara sampai usia tertentu (headstarting) karena headstarting berpotensi menurunkan insting survival tukik dan bikin tukik dependen. Ini yang bikin BSTS beda.

Speaking of konservasi penyu, kita bisa ikut melestarikan penyu dengan melakoni gaya hidup ramah penyu. Ya, bahkan jika kita nggak tinggal di tepi pantai atau nggak mampir ke pusat konservasi penyu. Ikuti penyu.luhan ini:

1. Jangan beli suvenir penyu dan telur penyu
Penyu hewan langka dan dilindungi undang-undang Indonesia dan internasional. Membeli atau memiliki produk yang terbuat dari penyu (sisir, frame kacamata, kalung, dan lainnya) bisa bikin kita end up di penjara. Banyak bandara internasional juga bakal “mencyduk” traveler yang kedapatan bawa produk dari penyu.

fundivehats-thedivingcomedy
Ilustrasi penyu belimbing aka leatherback sea turtle. (TheDivingComedy)

2. Buang sampah di tempatnya, kurangi plastik
Kita kan sudah pada dewasa, tahulah ya alasan nggak boleh buang sampah sembarangan. Kalau sampah plastik dan puntung rokok hanyut ke laut, penyu bisa mengiranya makanan. Bisa fatal akibatnya buat penyu.

Bahkan kalau kita tinggal jauuuuuuuuh dari laut, sampah kita tetap bisa hanyut ke laut. Ada banyak TPA yang berada di dekat laut (contoh di Kuta) atau sungai, terus kalau angin bertiup, sampahnya bisa terbawa ke laut…. Sampah plastik dari Indonesia terkenal sudah “melanglang buana“. Jadi, memang sudah waktunya kita ubah lifestyle kita, terutama dengan mengurangi pemakaian plastik sekali pakai. Bring your own tumbler, bawa alat makan sendiri, ganti sedotan pastik dengan sedotan stainless steel, pakai tas kanvas untuk belanja…. dan seterusnya kita bisa sebutkan contoh-contoh lainnya. Simpel sebenarnya.

3. Beli barang bekas atau tukar barang dengan teman
Ini sebenarnya adalah kata lain dari reduce-reuse-recycle alias 3R. Tujuannya: mengurangi overproduksi. Kalau barang diproduksi terus, tapi nggak ada yang beli, barang-barang itu most likely end up sia-sia di TPA.

Aku nggak antibarang baru, tapi kalau bisa ya beli barang bekas yang masih keren, misalnya baju, sepatu, dan buku. Perlu baju baru? Bisa juga tukar dengan teman atau saudara juga.

Soal buku, kita bisa baca atau pinjam di perpustakaan. Hitung-hitung sekalian keluar rumah, cari udara segar. Sekarang banyak perpus yang keren dan dilengkapi kafe juga. Di Bali, ada sejumlah kafe tempat book swap alias tukar-tukaran buku, misalnya di Kafe Borneo di Sanur.

4. Kurangi pemakaian bahan kimia berbahaya dan microbeads
Kalau bahan kimia berbahaya larut dan microbeads (alias mikropastik, yaitu plastik berukuran super kecil yang terasa seperti pasir misalnya di pasta gigi, facial scrub) ke laut, nggak hanya penyu yang terancam….

5. Support mereka yang bergerak di konservasi penyu
Yang melakukan konservasi penyu sealami mungkin, misalnya BSTS.


Itulah kumpulan penyu.luhan 5 gaya hidup yang ramah penyu dan ramah lingkungan. Mudah, kan? 

Selamat hari penyu sedunia! Happy World Sea Turtle Day!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *