All Things Bright and Beautiful: Liburan Dua Musim di New Zealand

Dulu pas kecil, aku pernah baca ensiklopedia yang bilang, di Irlandia dan Selandia Baru nggak ada ular. Fakta itu menarik banget buat bocah yang tinggal di tepi sawah, suka main di sawah, tapi…takut ular. Aku pernah “jumpa” kobra. Kita sama-sama kaget. Kobra refleks berdiri tegak dan aku sontak terbirit-birit, jatuh dan kaki baret-baret, hahaha! Aku memang tertarik dengan NZ, apalagi kalau kulihat fotonya, cantik negeri itu. Tapi nggak pernah terbayang pergi ke sana karena rasa-rasanya…out of reach. Makanya, waktu diajak ke NZ, aku excited. 

Dua minggu menjelang pergi, kita belum urus visitor visa New Zealand karena sakit. Kita langsung kontak Jetstar. Syukur tiket nggak hangus. Karena sakit lama, Pi sampai datang jenguk kita. Di sini, eh, Pi malah “ikutan”. Berhari-hari mengeluh sakit perut. Kupikir diare atau sembelit. Diantar ke rumah sakit, ketahuan ada batu ginjal. Untung Pi nggak perlu dioperasi! Puji Tuhan! Nggak terbayang apa jadinya seandainya kita pergi dan dapat kabar Pi sakit…. 

Keliling Te Waipounamu di Aotearoa

Setelah mundur 2 minggu dari jadwal awal, kita terbang juga, transit di Brisbane, lalu lanjut ke Queenstown. Dari jendela pesawat, pemandangan pegunungan berpuncak salju bikin aku pengin buru-buru sampai. Begitu mendarat, kita ke imigrasi, ambil bagasi, lalu ke jalur khusus untuk declare bawaan. Prosesnya cepat, ramah pun. Setelah itu, ke kantor sewa mobil. 

Senja di Queenstown Garden tepi Lake Wakatipu.

Udara segar-sejuk dan pemandangan yang menawan bikin kantuk langsung hilang. Asli indah negeri kiwi di musim gugur! Dedaunan berganti warna, memberi corak ke pemandangan yang dominan hijau. Di kepala, tiba-tiba kudengar All Things Bright and Beautiful yang versi John Rutter. Entahlah kok bisa lagu itu terputar dalam benak. Mungkin karena otak bekerja dengan keras untuk mendeskripsikan pemandangan yang bagus, sehingga ketika “buntu”, yang muncul justru lagu, hahaha. Aku kenal lagu-lagu Rutter pas zaman kuliah dari Mbak Aning Katamsi.

All Things Bright and Beautiful When your brain can not come out with a thing you want to describe, just sing! That’s what my brain did when asked how the trip was. The song popped up in my head: “All Things Bright and Beautiful”, John Rutter version. I might sound like that particular dangdut chanteur whose name I forget: when asked about something, he'd reply with a song. Ditanya apa, eh dijawab dengan lagu. Knew the song from my years singing in the student choir. Remember Mbak Aning Katamsi taught us Rutter’s songs, including “The Lord Bless You and Keep You” which is often sung in wedding ceremonies, including those of William-Kate and recently Harry-Meghan. I like Rutter’s compositions. They're mostly uplifting songs. All things bright and beautiful All creatures great and small All things wise and wonderful The Lord God made them all Each little flower that opens Each little bird that sings He made their glowing colours He made their tiny wings The purple headed mountain The river running by The sunset and the morning That brightens up the sky The cold wind in the winter The pleasant summer sun The ripe fruits in the garden He made them every one He gave us eyes to see them And lips that we might tell How great is God Almighty Who has made all things well The song summarizes the road trip which was way beyond my initial expectations. Not only that I got a bright autumn holiday, but also a beautiful winter holiday in a single trip. Even at nights I could spot the Milky Way with mata telanjang. Of course it was, just like life, not always sunny. It did rain and when it did, the visibility was low. A storm even rocked our boat in Milford Sound and I had to cling to the door and to my bacon sandwich for comfort, but it was quite a trip. Guess you wouldn't mind a storm that enables you to see the most waterfalls in your lifetime in two hours. Nevertheless, all in all, it was bright and beautiful. #roadtrip #purenewzealand #autumninnewzealand #winterinnewzealand #nzmustdo #nzroadtrip #aoraki #claycliffs #milfordsound #lakewakatipu #royspeak #cromwell #mountcook #trekking #tramping #allthingsbrightandbeautiful #johnrutter

A post shared by Sem S. Purba (@theoriginalfin) on

Pilihan road trip untuk jelajah Te Waipounamu alias Pulau Selatan New Zealand pas banget karena transportasi umum negeri kiwi terbatasnya. Untung sudah cukup sering road trip, jadi nggak asing tidur di mobil. Kita sewa campervan yang dilengkapi “dapur”, kulkas, perabot makan dan masak, dan tempat tidur. Kalau rebahan, bisa selonjor full. Not bad! Sembari jalan, kita mantapkan lagi itinerary New Zealand

Sambil keliling, aku kembali teringat akan satu artikel yang berkesan banget buatku dari majalah National Geographic yang dikasih oleh Oom Dan. Isinya tentang ekspedisi Joseph Banks ke Aotearoa. Seru banget Banks keliling NZ sambil koleksi spesimen untuk diteliti. Nggak kusangka, 2 dekade kemudian, aku sampai juga ke NZ!  Jadi, senang banget bisa lihat flora dan fauna yang belum pernah kulihat sebelumnya: kea, salmon, rosehip, clover, poplar, quail berjambul, dan mallard. Aku juga cari-cari banksiaAkhirnya nemu juga…bukan di alam terbuka, melainkan di rak supermarket, haha!

Two Seasons in NZ

Kuperhatikan, warga Aotearoa sangat outdoorsy: suka aktivitas luar ruangan, seperti jalan, bersepeda, memancing, dan main kayak. Jelas mereka sadar penuh alamnya elok dan permai. Dan pemerintahnya mendukung gaya hidup warga dengan banyak fasilitas: ada banyak trek, taman nasional, kebun raya, taman kota, dan tempat piknik. Gratis pun! Taman-taman dilengkapi fasilitas seperti toilet, meja dan kursi piknik, bahkan tempat barbecue. Toilet umum mudah ditemukan, bahkan di daerah terpencil. Makanya, kita pun berwisata lebih ke sightseeing, piknik, dan tramping, yaitu istilah lokal untuk trekking.

Cromwell-snow-thedivingcomedy
Hamparan salju di kebun anggur Cromwell.

Cuaca nggak selalu bersahabat. Hujan kalau turun lebat banget, disertai kabut tebal, sampai sulit lihat jalan. Sempat pula ditiup badai di Milford Sound sampai basah sekujur badan, hahaha. Tapi, all in all, liburan ini menyenangkan. Bahkan di malam-malam yang cerah, bisa lihat Milky Way dengan jelas. 


Ah, 12 hari road trip kurang rasanya! Tentu, kuharap bisa main lagi ke New Zealand lagi kelak! Nah, balik lagi ke rentetan kejadian yang menunda kepergian ke NZ., itu semua, izinkan aku meminjam ujaran klise “ada hikmahnya”: kita jadi bisa menyaksikan dua musim sekali jalan: musim gugur dan musim salju. Semua bagus pada waktunya dan all things bright and beautiful. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *