Kelebihan Berat Tas? Sumbangkan Saja!

Kalau jalan, aku suka cari info organisasi-organisasi yang buka opportunity shop alias op shop. Tujuannya? Ya belanja! Seru. Murah pula. Aku barusan dapat sepatu hiking Merrell 15 dolar. Masih bagus! Tentu aku bukan antibarang baru, tapi belanja di op shop juga berarti kita mengurangi demand produksi barang baru, terutama baju. Di dunia ini, terlalu baaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanyak baju yang nggak laku. H&M, misalnya, punya baju yang nggak terjual senilai lebih dari 4 miliar dolar! Mau dikemanakan baju sebanyak itu?

Yang pasti, kalau belanja di op shop, aku perlu mengingatkan diri jangan sampai “kalap” dan ujung-ujungnya malah kelebihan bagasi, hehe…

Contoh organisasi yang buka op shop adalah Salvation Army. Misalnya yang di Melaka. Mereka terima barang bekas yang masih layak pakai (baju, buku, perabot, lainnya) untuk didonasikan ke keluarga-keluarga yang memerlukan dan sisanya dijual di Kedai Jimat alias toko hemat yang mereka kelola. Hasil penjualannya dipakai untuk amal.

Salvationarmy-opshop-wanaka-thedivingcomedy

Contoh lainnya: Wanaka Waste Busters yang punya visi menularkan gaya hidup reduce-reuse-recycle, sehingga barang-barang (baik yang sudah nggak dipakai atau barang baru tapi nggak laku) nggak memenuhi landfill alias TPA. Tempat ini bagus untuk cari baju, buku, ski gears, sampai microwave. Pokoknya segala aya.

The Ultimate OOTD The moment I realize my wardrobe consists more of freebies and secondhand acquisitions lol! Here I am wearing Oakley glasses @willyirawan gave me when I lost mine in Alor, a Mantaray t-shirt from Sari (the size is too small for her husband), an Outcast Industries hoodie shirt from @ochabdt, an Esprit jacket from an acquaintance, a Quechua day pack from @steffitravels, hiking pants from Pi and a pair of Merrell hiking shoes bought from Waste Busters ($15). Rarely shop clothes let alone accessories and gadgets (thank goodness, people where I live don't care much about appearance) and apparently I am not alone. A few weeks ago when meeting @tyagram, she told me that while studying abroad, she shopped clothes at op shops like Salvation Army and saved her money for traveling around Europe. And when she was about to return home, she donated them to op shops. This is in a way beneficial for the environment because none of the clothes ends up in landfill. Guess the idea of owning less and buying used instead of new enable us to allocate budgets for gaining more experiences, for example an airplane VIP class seat, a dive trip to a far flung place, wine tasting at a winery, a landscape photography workshop and trip, etc. What do you guys think? #ootd #wiwt #lol #handmedowns #riverscape #arrowtown #purenewzealand #wanakawastebusters #opshop #opportunityshop #salvationarmy #lessformore #ownless #buyless

A post shared by Sem S. Purba (@theoriginalfin) on

Kemarin pas liburan di New Zealand, eh kelebihan berat pas timbang tas-tas dengan timbangan yang kupinjam dari penginapan. Lumayan banyaaak, karena belanja belanja buku hahaha. Nah, supaya kuota bagasi dan hand-carry nggak melebihi batas, kuputuskan untuk mendonasikan kelebihan barang ke op shop yang dikelola Salvation Army di Queenstown (bukan yang dekat mall) sebelum terbang pulang.

But why? Bukan maksud hati agar tangan kiri melihat apa yang dilakukan tangan kananku. Jadi awalnya begini: kalau kulihat di beberapa bandara, biasanya ada sudut berisi bak sampah besaaaaar di keberangkatan, seperti di dekat konter AK di KLIA2. Penumpang yang tasnya kelebihan berat akan membuang excess baggage di bak sampah itu. Aku nggak tahu akan dikemanakan isinya. Jadi, kupikir lebih baik kelebihan barang disumbangkan ke op shop karena lebih jelas bakal bermanfaat.  Iya kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *