From A Distance

From a distance the world looks blue and green, and the snow capped mountains white. From a distance the ocean meets the stream, and the eagle takes to flight…. 

Aku yakin kita tahu lagu From a Distance, atau paling nggak, pernah dengar, karena itu lagu lama, 31 tahun usianya tahun ini.

Meski suka mendengarkannya dan suka menyanyikannya pas karaoke dengan teman-teman, sebenarnya aku nggak begitu paham lho maknanya sampai kemarin, waktu peristiwa ledakan bom di sejumlah gereja di Surabaya dan serangan teroris di beberapa tempat di negeri kita.

From a distance we all have enough
And no one is in need
And there are no guns, no bombs and no disease
No hungry mouths to feed

Kubaca, si penulis lagu, Julie Gold dikutip bilang bahwa lagu itu tentang perbedaan antara apa yang kelihatan dan apa yang sesungguhnya. Sesimpel itu!

Hmmmmmmmmmmmm, benar juga ya: dari kejauhan, semua kelihatan indah dan baik-baik, seperti sungai di perkotaan yang dari jauh kelihatan cantik, tapi begitu dilihat dari dekat, ampun dah, sungainya banyak sampah! Jauh-genik, nggak fotogenik.

Dari jauh, Indonesia kelihatan rukun dan oke-oke aja. “No bombs, no disease.” Begitu dicermati dari dekat, baru terungkap deh sisi gelapnya: kemiskinan, penegakan hukum yang kurang, orang persekusi sesamanya, pembiaran terhadap kekerasan dan intoleransi, diskriminasi, dan kebencian disebarkan secara terang-terangan…

Kebanyakan dari kita menentang kekerasan, taaaaaaaaaaapi pertanyaannya: Sudahkah kita berkontribusi untuk memeranginya? Apa yang kita bisa lakukan untuk membantu sesama warga Indonesia korban persekusi? Apa kita sudah hidup dengan bertenggang rasa?

Mungkin pertanyaan besaaaaaaaaarnya adalah: Apakah ketidakmauan kita untuk bertindak dan pilihan kita untuk bungkam dan menutup mata—seolah-olah semua baik-baik—telah memudahkan kebencian dan kekerasan menyebar luas?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *